Senin, 06 Mei 2013

Ikatan Batin [5]

*Via BBM*

Alvin Jo : Vi, gua punya sesuatu buat lu
Sivia Azizah : apaan ?
Alvin Jo : Sending a photo (Accept,,,Decline)
Sivia Azizah : apaan tuh ?
Alvin Jo : Buka aja.

Via mengerutkan keningnya. Namun di tekannya Accept. Tak lama kemudian foto itu terbuka. Via bengong. Itu foto dirinya. Dan itu baru di ambil sekitar beberapa jam yang lalu.

"Jangan bilang suara yang tadi gua denger itu dari hape nya Alvin?" Kata Via.

"Jangan bilang kalo Alvin tadi ngeliat gua naik mobil Sion ?" Katanya lagi.


Sivia Azizah : kpn lu ambil tuh foto?
Alvin Jo : tdi
Sivia Azizah : Trus? lu liat gua pegi ama sapa?'
Alvin Jo : Kgak. Gua cuma motret lu pake I-Phone gua. trus gua lngsung jlan.
Sivia Azizah : lu yg tdi naek CBR ijo ?
Alvin Jo : Iya
Sivia Azizah : thx. Nice pict
Alvin Jo : Ur'well

***

"Kak, ntar jemput, yah !" Kata Acha. Rio mengangguk dan melajukan mobilnya menuju gedung SMA Yordanian. SMP dan SMA Yordanian memang satu yayasan namun berbeda gedung. Walaupun tempatnya tak terlalu jauh.

Mobil Jazz itu berhenti di parkiran. Tepat saat Ify dan Shilla turun dari mobil Jazz Shilla.

"Fy, Shill !! " Teriak Rio.

"Apaan sih,Yo? Pake teriak-teriak segala." Kata Shilla.

"Tau nih. Jarak aja gak nyampe 5 meter." Sambung Ify.

"Hehee. Lu berdua kan budek. Jadi mesti diteriakin." Kata Rio yang langsung kabur begitu melihat Ify dan Shilla yang telah melotot.

"RIOOOOO !!!!!!!!!!!" Teriakan Shilla dan Ify terdengar hingga koridor utama yang memang berada tak jauh dari parkiran.



"Yel !" Rio langsung berlindung di belakang Gabriel begitu melihat temannya itu.

"Nape lu ? Kayak di kejar setan." Kata Iel.

"Bukan cuma setan, Yel. Duo Setan !" Ceplos Rio.

"Apa lu bilang, hah ?!!" Kata Ify yang kini tepat berada di depan Iel dan Rio.

"Tuhkan gua bilang juga apa, Duo Setan, Yel."

"Heh, sompret ! Sodara gua nih !" Kata Iel menjitak kepala Rio.

***

Pelajaran hari ini berjalan lancar. Tak terasa sudah waktunya pulang. CRAGO berjalan santai menuju parkiran.

"Weh, hari ini pada kerumah lu, ya Yo." Kata Cakka.

"Ngapain?" Tanya Rio memutar-mutar kunci mobilnya.

"Ngepel." Jawab Alvin asal.

"Wah, boleh tuh. Boleh. Tiap hari aja ke rumah gua. " Kata Rio.

"Sialan, lu. Lu kirain kita-kita babu lu ?" Kata Iel.

"Udah deh. Yo, gua juga penasaran sama rumah lu. Pengen tau rumah lu yang mana. " Kata Ozy menengahi.

"Lu nge fans sama gua ? Ampe pengen tau rumah gua segala. Hahahaa." Kata Rio.

"Sialan. Gua ngomong serius malah di anggep becanda."

"Yaaaaahhh. Jangan ngambek dong, Zy. Iya deh, iya. Lu pada ke rumah gua hari ini. Tapi gua mau jemput adek gua dulu."

"Emang adek lu sekolah di mana ?" Tanya Ozy.

"SMP Yordanian."

"Oh, yaudah. Gua sama Cakka naek mobil gua. Si Alvin sama Iel bawa motor sendiri."

"Sip, gua duluan. Bye."

"Bye."

***

Rio menghentikan mobil yang di kendarainya tepat di depan seorang gadis mungil. Acha. Terlihat Acha yang sedikit berkeringat karena berdiri di bawah sinar matahari yang sedang terik.

"Sorry, lama, ya, Dek?" Tanya Rio.

"Gak papa, kak. Ayo jalan, deh. Aku capek banget." Jawab Acha mengibas-ibaskan tangannya di dekat wajahnya.

"Kasian, deh Adik kakak yang satu ini." Kata Rio mengacak-acak rambut Acha dan melajukan mobilnya.

"Iih, tuhkan, rusak deh rambutku."

"Yaelah, tinggal di sisir juga rapi lagi, dek."

"Tapi repot."

"Repot sih pake bawa sisir segala." Rio tertawa kecil melihat adiknya itu mengeluarkan sisir dari tas sekolahnya.

"Biariin. Kan aku cewek. Jadi mesti siap sedia. "

"Iya deh, iya.. Eh, dek."

"Kenapa?"

"Hari ini temen-temen kakak pada mau main di rumah."

"Cakka, Iel, Alvin ?"

"Iya, tapi masih ada satu orang lagi. Anak ketua yayasan."

"Hah ?Anak ketua yayasan beneran pindah ke SMA Yordanian?"

"Emangnya SMP udah pada tau ?"

"Udah beredar kak beritanya. Aku kira itu cuma berita hoax. Setau aku kan anaknya Ketua Yayasan itu di LA."

"Emang sih. Tapi, nyatanya dia malah mau main ke rumah kakak. Dia baik kok, asik pula."

"Iya deh. Terserah kakak aja. Asal jangan isengin aku."

"Wahh, kalo itu gak janji deh, ya."

"Kok gitu ?"

"Karna yang biasanya nge jailin kamu kan temen kakak. Bukan kakak."

"Iya sih. Kalo kakak mah tiap hari juga udah ngejailin aku."



Rio tersenyum kecil mendengar perkataan adiknya itu. Ya, mereka memang dekat. Dan lagi, orangtua mereka sedang pergi seminggu untuk pekerjaan. Memang sudah lama kedua orangtuanya tidak bepergian jauh dan lama soal pekerjaan. Jadi Acha dan Rio tidak terlalu memusingkan hal itu.

***

"Waah,, gila kamar lu, Yo. Makin parah aja. Ckck." Iel langsung mengitari kamar Rio yang saat itu tengah dihantam batu karang.

"Yaelah, emak gua kan lagi gak di rumah, jadi gak ada yang beresin." Sahut Rio.

"Adek lu ?" Tanya Alvin.

"Dia kan juga mesti beresin kamar dia sendiri, beresin rumah juga. Masa iya gua nyuruh dia beresin kamar gua." Rio menjawab.

"Tapi kan seenggaknya lu bisa minta tolong dia bantuin lu. Bukan beresin kamar lu." Cakka ikutan.

"Dia adek gua, bukan pembokat gua." Rio memilih duduk di atas karpetnya.

"Lu punya adek?" Tanya Ozy.

"Punya. Kan tadi di sekolah udah gua bilang mau jemput adek gua."

"Oh iya. Cewek?"

"Iya."

"Cakep loh, Zy." Kata Iel.

"Imut-imut lucu gitu deh." Cakka melanjuti.

"Sayangnya bukan tipe gua." Alvin ikut-ikutan.

"Gua gak nanya, Viinn !!!" Rio kesel sendiri.


Terdengar ketuk pintu pelan dari luar kamar. Rio dan yang lainnya menoleh. Pintu terbuka dan muncullah Acha. Layaknya di film-film, saat pemeran wanita muncul, akan dibuat slow motion dengan efek angin-angin. Begitu juga saat Acha masuk ke kamar Rio. Setidaknya begitulah yang terjadi di mata Ozy. Seperti saat dia melihat seorang bidadari masuk ke dalam. Rio dan yang lainnya merencanakan sesuatu.

"1..2..3 !!" Seru Rio walaupun pelan. Acha hanya diam di tempat, belum bersuara.

"OZYY !!! ADEK GUA TENGGELEEMMM !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Rio histeris.

""MANAA? MANAA  ????? SINI GUA YANG TOLONGIN, GUA YANG GENDONG, PINGSAN GAK ? KALO PINGSAN GUA YANG KASIH NAPAS BUATAN !" Ozypun tak kalah histeris.

"Itumah mau lu, tikus !" Alvin, Iel dan Cakka serempak menjitak Ozy.

"Adek gua, kunyuk !" Rio melempar bantal ke arah Ozy. Tepat di wajah Ozy.

"Heh, sialan, lu pada. Udah kaya apaan tau jitak aja pake kompakan segala." Ozy merengut. Acha tertawa kecil melihat tingkah kakak dan teman-temannya yang bisa dibilang spesies langka ini.


"Cha, kamu ngapain ke kamar kakak ? Entar di makan loh sama Cakka." Kata Rio.

"Hah ? Kak Cakka kanibal ? Makan sesama ? Iih, takut. Gak mau deket-deket Kak Cakka lagi." Sahut Acha.

"Idih, Neng Acha mah gitu. Mario SiPesek Bin Jelek mirip kayak Mpok Nori gitu di percaya. Kalo kakak kanibal mah, mereka semua ini udah kakak makan." Kata Cakka.

"Oh iya, hehee."Acha cengengesan.

"Ga pake ngatain gua, Jelek."Rio menjitak Cakka.

"Emang kenyataan jelek kok."Karna gak seneng, Cakka balik jitak.

"Dibandingin lu gua masih lebih cakep."

"Cakepan gua kemana-mana."

"Gua tuh cakep."

"Gua ganteng."

"Gua imut."

"Gua manis."

"Gula kali. Ck. Gua kembarannya JB."

"Juragan Bakso iya. Gua dikejar-kejar cewek."

"Tukang ngintip ya pake di kejar-kejar segala. Gua banyak fans."

"Berasa artis lu ?"

"Emang gua artis."

"Artis apa? yang suka betulin kabel itu yah ?"

"Sialan, lu. Gua tuh musisi tau."

"Musisi ? Ga salah tuh? Ck."

"Heh, gua emang musisi tau, mau denger suara gua ? Nih ya,, Ehmm.ehmm.. Kuuu.."



Belum juga Rio mulai bernyanyi, Iel, Alvin, dan Ozy menimpukinya dengan bantal. Acha cengo ngeliat kakaknya di timpuki rame-rame. Cakka merasa menang.

"Panjang tuh idung." Kata Iel.

"Idung panjang? kagak, ah. Masi normal idung gua." Kata Cakka memegangi hidungnya.

"GUBRAKKK !!!" Serentak Iel, Alvin, Ozy, Rio dan Acha menepuk dahi masing-masing.

***

Malam ini wajah Ozy di hiasi senyuman. Senyumannya yang manis terus saja berkembang dari saat dia pulang dari rumah Rio hingga sekarang. Masi tebrayang wajah Acha, adik Rio itu di kepalanya. Saat Acha masuk ke kamar Rio, saat Acha membawakan minuman, saat Acha tertawa melihat tingkah Rio dkk, dan juga saat Acha melakukan hal lainnya di depan matanya.

Semua yang Acha lakukan kembali terulang di kepala Ozy. Ozy sedang dilema. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada adik Rio itu. Entah apa yang membuatnya jatuh cinta. Entah itu wajahnya, rambutnya, tingkah lakunya ataupun yang lainnya. Tapi satu yang dia ketahui dengan pasti. Hatinya selalu berdegup kencang saat Acha sedang di dekatnya.

Ozy mengambil I-Phonenya, tadi diam-diam Ozy memotret Acha. Pas sekali saat itu Acha sedang tertawa melihat Rio yang sedang di bully dengan anak-anak yang lainnya. Ozy menatap foto itu lama sekali. Sehingga tanpa sadar, dia tertidur dengan hp di samping bantalnya dengan layar yang masih menampakkan wajah manis Acha itu.

***

Tak beda jauh dengan Ozy, Acha juga sedang dilema. Entah bagaimana, sepertinya dia juga punya perasaan yang sama dengan Ozy. Hatinya juga tak siap jika sedang berdekatan dengan Ozy. Seperti saat tadi, Acha di ajak bermain bersama di kamar Rio dengan teman-temannya. Dan pastinya ada Ozy di sana. Acha duduk di kursi dan menopag dagunya dengan kedua tangan di atas meja belajar.

Pikirannya kembali melayang saat-saat dia bersama Ozy. Entah itu bermain bersama, bernyanyi bersama, tertawa bersama, ataupun yang lainnya. Tanpa sadar, Acha tersenyum kecil mengingat hal itu. Pipinya agak memerah saat dia mengingat tangan Ozy yang menariknya untuk bernyanyi bersama. Acha berdiri dan merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya.

Tak lama kemudian matanya mulai terlelap. Kedua tangannya memeluk guling dengan wajah manisnya yang di hiasi senyuman.

Tokk tokk !

Rio mengetuk pintu kamar adiknya itu. Karna tak ada jawaban, dia membukanya perlahan.

"Dek??" Panggil Rio pelan. Matanya tertuju pada wajah manis Acha yang sedang tertidur lengkap dengan senyuman manisnya.

"Udah tidur ternyata. Tapi, tumben amat tuh anak tidur pake senyam-senyum segala?"Rio hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan berfikir mungkin Acha sedang mimpi indah. Rio keluar dan menutup pintu kamar Acha dengan perlahan. Tak ingin membangunkan adiknya yang sepertinya sedang kelelahan itu.




Bersambung..










Gimana ? Jelek yah ? Tinggalkan jejak dengan coment dan kritik ke twitter @chikaStevadit atau fb chika_priska@yahoo.com yaa . Thankiss :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar